Skip to main content

Ternyata Mati

#sebuahpuisi 

 TERNYATA MATI 


Ternyata Mati


Selimut hangat menutupi tubuhku yang lemah tak berdaya. 

Mata tertutup rapat, kala malam yang redup sunyi tak nampak.

 Terbuka dunia berbeda, ada kamu yang selama ini aku idamkan.

 Tak sadar nyata atau palsu, namun sekedar menikmati kala hanyut. 

Duduk bersama, menikmati senja di sore hari, berlari-lari saling menyempurnakan. 

Bergandengan tangan melewati hari yang penuh dengan cerita. 

Kamu memanjakanku dengan dengan pelukan eratmu, selama itu aku tak berdaya. 

Seakan dunia abadi dalam nyata Bahagia yang tidak bisa dijelaskan dengan penjelasan apapun. 

Cerita panjang diwaktu yang singkat, kini aku terbangun. 

Sejenak memikirkan apa yang terjadi, ternyata kamu hidup dalam mimpiku. 

Seakan ingin tertidur selamanya, namun apa daya. 

Kamu mati dalam nyataku. 


Oleh 


Syahril Amaliah S

Silahkan klik versi PDF Download


Comments

Popular posts from this blog

8 Puncak Gunung Yang Ada Di Kabupaten Pangkep dan Barru

Hai Sobat para penggiat alam, kali ini aku mau bahas mengenai 8 puncak gunung yang ada di Kaputen Pangkep dan Barru, lansung saja berikut dibawah ini :  1. Gunung Tondong Karambu 1705 Mdpl (Barru)    Gunung Tondong Karambu merupakan gunung yg bertempat di 4 kabupaten yang di mana titik puncaknya menjadi perbatasan masing-masing diantaranya, Kabupaten Barru, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Bone. Konon katanya Gunung Tondong Karambu merupakan gunung api yang aktif akan tetapi gunung ini tidak meletus seperti gunung merapi yang kita ketahui dikarenakan adanya mata air sumber air panas yang muncul di Kab. Maros tepatnya didaerah Mallawa yang biasa di sebut Air Mata Toa.  Puncak tertinggi Gunung Tondong Karambu ialah 1705 Mdpl, dengan titik koordinat 4°45'18"S 119°48'29"E, untuk mencapai titik tertingginya membutuh waktu 2 hari 1 malam dan melewati 7 pos.  Vegetasi gunung tersebut, hutan rapat dan tumbuhan rotan. Tidak terdapa...

Agustus

#sebuahingatan #sebuahcerpen #sebuahjurnal “AGUSTUS”   Syahril Amaliah. S, A. Md. Pi. Foto Bira Beach Bulukumba Waktu itu, aku dalam keadaan sakit, disebuah perumahan dalam kampus yang begitu sederhana. Terbaring tidak mengingat apapun kecuali akan sembuh esok hari, hanya air dan obat paracetamol yang ada didekatku. Sahabat yang sesekali masuk kedalam kamarku untuk menanyakan keadaanku. “Bagaimana keadaamu sekarang ?” ungkapnya. Beberapa hari sudah berlalu, namun tidak ada perubahan, sampai akhirnya, mau tidak mau aku harus absen kuliah.  Esoknya, beberapa teman seperjuangan kuliah, datang menjengukku, “terimah kasih atas semuanya” ungkapku. Namun, ada yang berbeda dari mereka, seorang teman perempuan yang belum cukup kenal, memilih untuk tetap tinggal didekatku, ya walapun tampa saya ketahui, apa yang akan sebenarnya dia lakukan.  Terbuka pembicaraan diantara kami, kamu dengan logat tulenmu dan dengan suara cemprenmu, sedangkan aku yang kalem dan pemalu...

Pilihanmu

#sebuahpuisi  PILIHANMU   Waktu yang tak terbata-bata seketika meninggalkan, menitipkan cerita kala terang sajak.  Aku berjalan ke arah Barat berharap ada bahagia yang tersimpan kala redup.  Sejenak duduk melihat landscape biru benggati jingga di sudut cakrawala.  Melihat nan indah penciptaan, yang tak bisa dijelaskan dengan penjelasan.  Rupanya teringat cerita kala kamu ada disini,  Seakan dunia milik sang belantara yang teramat hanyut dalam perjalanan konyol kemarin.  Menyemangatiku sembari mengusap-usap jari jemari yang lapuk ini, ah.. dasar payah aku ini,  Bercerita betul, namun hanya dibetulkan oleh dirimu saja.  Aku tak marah apalagi membenci, aku hanya sadar, perasaan tak bisa dipaksakan dengan tindakan apapun.   Berhitung mundur seakan tak mungkin akan sang waktu,  Tapi aku hanya berharap dan mendoakan, semoga yang kamu pilih itu adalah surga duniamu.  Per...